Menu

Mengenal Obligasi Ritel (ORI) Tideng Pale

ORI merupakan salah satu alternatif investasi yang prospektif untuk rentang waktu menengah, tetapi Anda harus mengerti terlebih dulu karakteristik investasi obligasi atau ORI tersebut agar menerima keuntungan yang lebih optimal.

Obligasi ritel yaitu surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dengan denominasi rupiah minimal Rp. 5.000.000 atau jumlah diatas itu dengan kelipatan Rp. 5.000.000. Pembayaran kupon obligasi ritel dijalankan setiap bulan. Jangka waktu (3 atau 4 tahun) dan bunga (coupon rate) ditetapkan sediri oleh pemerintah. Pendapatan bunga atas obligasi tersebut dikenakan pajak selesai sebesar 20%. Pemerintah dapat berbelanja kembali (buyback) ORI sebelum jatuh tempo dengan harga pasar. Pemerintah sebagai penerbit ORI juga menjaga kerahasiaan data pemilik ORI. Pihak yang terkait dengan pengelolaan surat utang negara (SUN) cuma mampu melakukan publikasi data dan gosip mengenai SUN sesudah mendapat persetujuan tertulis dari menteri keuangan.

Untuk berbelanja obligasi ritel Anda dapat membeli pada biro pedagang (Bank atau perusahaan sekuritas) yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Tata cara pembelian ORI sungguh mudah. Anda tinggal tiba ke bank atau perusahaan sekuritas yang menjadi biro pedagang , kemudian membuka rekening, melaksanakan registrasi untuk menjadi nasabah agen pedagang , lalu menyetor uang Anda ke rekening agen penjual sesuai dengan nilai investasi yang diharapkan oleh Anda. Kemudian Anda mengisi kelengkapan formulir reservasi yang dilampiri dengan fotokopi KTP. Setelah itu, pemerintah memutuskan hasil penjatahan kepada masing-masing distributor penjual tentang investor yang menemukan alokasi pembelian ORI. Apabila Anda tidak menerima alokasi penjatahan, Anda akan mendapatkan uangnya kembali sehari sesudahnya atau tiga hari sehabis pengumuman penjatahan. Jika Anda membutuhkan likuiditas Anda dapat menjual ORI yang Anda miliki sewaktu-waktu di pasar sekunder dengan menghubungi biro pedagang Anda.

Ditinjau dari segi profil resiko kredit, ORI tergolong kondusif karena dijamin oleh pemerintah. Pandangan ini ditentukan oleh kinerja pemerintah, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan, utang negara dan perekonomian biar dapat mendorong perkembangan ekonomi yang tinggi dengan tingkat inflasi yang terkendali. Suku bunga tetap dan keamanan terjamin yang diperoleh pemegang obligasi ritel merupakan pesona tersendiri.