Menu

Jenis-Jenis Obligasi

nobanner

Obligasi memiliki banyak jenis yang terbagi berdasarkan tolok ukur yang digunakan. Ada sepuluh hal yang menjadi tolok ukur jenis-jenis obligasi yang beredar, yaitu dilihat dari sisi penerbit, sistem pembayaran bunga, hak penukaran/opsi, jaminannya, nilai nominal, perhitungan imbal hasil, waktu jatuh tempo, bentuk, dan sifatnya yang dapat ditukar dengan saham.
Berikut jenis-jenis obligasi secara umum yang perlu Anda ketahui: 
⦁ Obligasi terbagi 2 jenis berdasarkan nominalnya, yaitu: 
1. Obligasi Konvensional, yaitu surat utang yang mempunyai nilai nominal besar, kurang lebih sebesar Rp1 miliar per lot.
2. Obligasi Ritel, yaitu surat utang yang mempunyai nilai nominal kecil, yakni misalnya Rp1 juta.  
⦁ Obligasi terbagi 3 jenis berdasarkan penerbitnya, yaitu:
⦁ Corporate Bonds
Jenis obligasi yang diterbitkan perusahaan tertentu, baik Pemerintah (BUMN) maupun swasta dengan masa jatuh tempo minimal 1 tahun. Sebagai contoh, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun pada tahun 2014 dengan tingkat bunga tetap (fixed coupon) yang berjangka lima tahun.
⦁ Government Bonds
Jenis obligasi yang diterbitkan Pemerintah. Di Indonesia obligasi jenis ini pertama kali diterbitkan pada Agustus 2006. Obligasi pemerintah Indonesia terbagi lagi menjadi beberapa jenis antara lain Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SukRi), Saving Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Negara Tabungan (ST).
3. Municipal Bonds
Jenis obligasi yang diterbitkan Pemerintah Daerah dengan tujuan untuk membiayai pembangunan yang berhubungan kepentingan publik.
⦁ Obligasi terbagi 4 jenis berdasarkan sistem pembayaran bunganya, yaitu:
1. Zero Coupon Bond adalah jenis surat utang yang tidak ada bunga dan tidak memberikan kupon secara berkala. Umumnya, investor akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual diskonto dan nilai awal saat surat utang diperdagangkan. Jatuh tempo jenis obligasi zero coupon bond ini bervariasi, mulai dari di bawah satu tahun hingga diatas 10 tahun. 
2. Obligasi Kupon adalah surat utang yang memberikan bunga/kupon secara berkala kepada investornya. Adapun setiap kupon mewakili nominal tertentu sesuai kesepakatan antara penerbit obligasi dengan investor.
3. Obligasi fixed coupon atau kupon tetap adalah obligasi yang menawarkan tingkat suku bunga yang nilainya tetap sampai jatuh tempo surat utang tiba.
4. Obligasi floating coupon atau kupon mengambang adalah obligasi yang menawarkan kupon yang bisa berubah besarannya mengikuti indeks pasar uang. Adapun kupon batas minimal berarti kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi besaran kupon minimal yang berlaku sampai jatuh tempo.
⦁ Obligasi terbagi 2 jenis berdasarkan imbal hasil, yaitu:
1. Obligasi konvensional yakni surat utang yang diterbitkan oleh pihak tertentu untuk mendapatkan pinjaman sebagai tambahan modal dengan memberikan bunga/ imbal hasil kepada pihak investor dalam jangka waktu tertentu.
2. Obligasi syariah (sukuk) yakni surat utang yang memberikan imbal hasil berupa uang sewa yang perhitungannya berdasarkan prinsip syariah Islam dan tidak mengandung unsur riba. Imbal hasil sukuk dibayarkan secara berkala dalam periode tertentu.
Kenali Investasi Obligasi Sebelum Investasi 
Mengenali obligasi dan jenisnya secara umum adalah tahap awal yang perlu sekali dilakukan sebelum Anda investasi. Tujuannya agar Anda paham akan instrumen investasi yang Anda miliki. Khusus untuk investasi obligasi, khususnya ORI kini semakin mudah dimiliki dan bisa dijadikan alternatif investasi bagi Anda. Apalagi beli ORI bisa online, modal yang terjangkau yakni mulai dari Rp1 juta, namun memiliki keuntungan yang lebih tinggi ketimbang deposito.