Menu

Diskusi IndoSterling Forum, Pembangunan Infrastruktur Berhasil Dorong Pembangunan Daerah

nobanner

Pengembangan infrastruktur pada usia Presiden Joko Widodo dianggap akurat karena ditunjukkan bahwa ia telah berhasil mempromosikan ekonomi regional. Namun, pemerintah daerah didorong untuk terus berinovasi sehingga mereka dapat mengoptimalkan potensi regional masing-masing, terutama di sektor ekonomi pariwisata dan pedesaan.

Oleh karena itu, salah satu kesimpulan yang diangkat dalam forum diskusi yang baik berjudul Pengukuran Infrastruktur: sejauh mana pengembangan infrastruktur merangsang pembangunan ekonomi di daerah yang berlangsung dalam pembangunan media Indonesia di Jakarta,
Hadir sebagai Direktur Eksekutif Pengembangan dan Pemberdayaan Desa, PDAL Kenderea, Taufiq Madjid dan Asisten I Pribadi Presiden di bidang pengembangan program prioritas, Darmawan Prasojo.
Sementara para ahli hadir dalam diskusi, antara lain, pengamat ekonomi Faisal H. Basri, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Komisi V Syarif Abdullah Alkadrie dan Ari Kuncoro, Profesor dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.


Darmawan Prasojo mengatakan proyek infrastruktur tidak hanya mengurangi waktu perjalanan atau mempercepat jalan logistik, tetapi lebih menggembirakan dan memindahkan ekonomi orang.
“Di masa lalu, Jakarta – Cirebon diambil hanya dengan $ 10-12 jam dari hanya 3,5 hingga 4 jam, kehadiran infrastruktur ini mendorong pengembangan ekonomi regional,” katanya.
Kehadiran infrastruktur saya juga mendorong pariwisata dan industri lokal. Dia memberi contoh, jumlah pedagang kuliner kreber meningkat setelah jalan tol Cipali.
“Pengembangan infrastruktur mendorong pariwisata dan mampu mempromosikan ekonomi rakyat di wilayah ini,” katanya.
Darmawan mengatakan bahwa visi pembangunan infrastruktur Presiden Jokowi sangat sederhana, tetapi dengan kesederhanaannya menghilangkan hambatan pada implementasinya.
“Kami melihat bahwa perkembangan infrastruktur di seluruh pulau Republik telah menjadi buah-buahan yang manis, telah berhasil mendorong perekonomian orang,” katanya.
Dia menambahkan, pengembangan infrastruktur tanpa interaksi dan koordinasi pemerintah daerah, investor dan komponen masyarakat tidak akan dilakukan.


Taufiq Madjid, dalam presentasinya, ada perubahan dalam paradigma pengembangan orang-orang di mana orang-orang adalah tema utama pembangunan. Pertama, administrasi otoritas didasarkan pada prinsip pengakuan dan subsidiaritas, yang berarti pengakuan dan penghormatan terhadap keberadaan. Sementara subsidiaritas berarti penggunaan otoritas staf lokal. Kedua, posisi desa berlanjut sebagai pemerintah masyarakat, yang merupakan kombinasi dari masyarakat yang mengatur (komunitas otonom) dan pemerintah daerah (otonom lokal).
Untuk mencapai hal ini, Taufik Majid terus berlanjut, kebijakan dana rakyat dilakukan dalam hal pembangunan infrastruktur, dari 2015 hingga 2018, mendistribusikan setiap tahun hasilnya baik.
“Dana rakyat telah meningkatkan transportasi.


Hingga saat ini, katanya, bangun sepanjang 191 km jalan, 1.140.000 jembatan dan 5.371 unit rock.
“Apa yang telah dicapai dalam program Dana Desa adalah untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” katanya.
Menurutnya, indikator pembangunan masyarakat adalah tingkat kepemilikan aset masyarakat dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekonomi regional.
“Selain sumber daya manusia, keberhasilan meningkatkan perekonomian desa dapat dilihat aset yang dipegang oleh desa dan jumlah partisipasi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ari Kuncoro menyoroti dampak pengembangan infrastruktur. Dia mengungkapkan, perkembangan semacam itu.

Comments ( 2 )